terdengar bunyi hape Amira di dalam tas. Hanya sekali..dan itu menandakan ada satu sms masuk. Amira mengeluarkan hape N2300 nya yang udah jadul.
Emm siapa yah … batin amira
” De, mau aku traktir gak? psikotes sama TPA di lebak bulus…kalo mau mapir ke kantor uangnya ambil ya, kapanpun kamu mau”
Haaaaah Amira mendengus kecewa..Abang lagi abang lagi. kenapa sih abang selalu sms aku kek gitu. pasti nanya soal kerjaan, gajiku, kapan s2, kapan pns..huh.. ga bosen apa. kenapa sih dia gak pernah nanyain aku lagi ngapain kek, sehat engga, lagi sedih apa seneng..huh di pikirannya hanya duit melulu, kuliah, dan segudang hal lainnya yang cuman ngomongin materi doank..
Amira kesal untuk kesekian kalinya, rasanya ingin memaki namun apa daya, selalu kalah. berantem pun percuma. abangnyalah yang selalu menang. sementara Amira hanya bisa kesal. kesal. dan kesal. Andai amira tak menghiraukan perasaan ibu, amira sudah berantem blak-blakan sama abangya.
tak terasa setetes kristal bening menetes dari pelupuk matanya. hampir menganak sungai. Amira cepat mengusapnya sebelum dilihat orang. malu lah di angkot.
*******
amira meletakkan tas ranselnya di tempat biasa. dirobohkannya tubuh ke kasur yang tertata rapi. dia masih terngiang-ngiang sms abangnya tadi.
Ya allah apa yang harus aku lakukan, haruskah aku melawan abangku. haruskah aku bertengkar lagi untuk mempertahankan pendapatku. aku sudah pernah bilang supaya dia tak usah ikut campur urusanku. aku punya rencana hidupku sendiri. apa sih maunya dia. aku tau abang ingin yang terbaik bagiku, tapi bukan gini caranya. cara untuk membahagiakanku adalah memberikan kebebasan. kebebasan untuk menentukan hidupku sendiri.
argghh
Amira segera bangkit ke kamar mandi mengambil air suci. ditukar pakaiannya dengan yang bersih. tak lama kemudian dia sudah khusyuk dalam shalat isyanya. lepas isya ditunaikannya 2 rakaat tahajud..lalu dalam doanya ..
Ya Allah kembalikanlah abangku kejalan-Mu. Dulu dia yang mengenalkanku di jalan ini. jalan yang sepi dan bersih dari godaan nafsu dunia. entah virus pikiran mana yang membuat dia terseret dalam neo materialisme. ya allah buatlah hatinya bergetar lagi jika kusebut kata2 dakwah di depannya. hanya Engkau yang bisa menakhlukkan hatinya yang keras ya Allah. ya allah berikan aku kekuatan untuk berbicara hal yang sudah beberapa tahun ini kupendam..kuatkan aku untuk tidak menangis di depannya..lancarkan urusanku ya allah…amien
malam itu amira merasakan angin malam terasa sejuk..membelai hatinya yang luka.
*****
keesokan harinya amira bangun pagi-pagi..sebelum adzan shubuh. dia teringat harus ke kantor abangnya. semua pekerjaan rumah telah selesai dikerjakan. sambil sarapan amira mengirim sms ke abangnya
bang, nanti aku ke kantor abang jam 10-an, abang bisa kan temui aku?
sms balasan :
oke, nanti aku keluar jm 12 sekalian makan siang di kafe royal dekat kantor, di sana cozy banget tempatnya..kebetulan ada yang mau aku omongin.
*******
jam 12.00 amira sudah berada di kafe royal..memilih tempat yang agak sepi dilalui orang, di ujung kafe dekat taman.
“selamat datang mbak, ada yang bisa kami bantu? silakan ini menunya, menu spesial kita hari ini adalah nasi ayam cinta dan minuman andalan kita punch fruit shake ..” kata si waitress
” emmm boleh deh minumnya, saya pesan makan nanti saja ya, saya sednag menunggu seseorang” kata amira
” baik mba, silakan panggil saya, Jelita, kalo mbak perlu sesuatu..selamat siang .”
amira membalas dengan senyuman dan mengangguk
sambil menunggu minuman datang, Amira mengirim sms :
bang, aku dah sampe royal ada diujung, meja nomer 20, gpl ..
sms balasan :
ok deh 10 menit lagi
******
tepat 10 menit abangnya sudah nongol dengan senyuman khasnya.
“tepat 10 menit kan? ya udah gih mau pesen apa? disini enak-enak lho, mau aku pes…”
“aku udah pesen kok bentar lagi dateng” Amira memotong pembicaraan abangnya
“oke, gimana tawaranku? kamu mau ikutan kursus tes TPA? nanti kalo udah ikutan tes kamu bisa mendaftar beasiswa.. ikutlah ke jerman denganku, di sana kamu bisa kuliah sambil kerja. km bisa beli apa aja. daripada kamu disini kerja ga jelas gitu. kamu bisa apa dengan penghasilan segitu? paling-paling juga ngerepotin ibu lagi..udahlah ikut aja. aku berangkat 3 bulan lagi.masih ada waktu”
“memang pekerjaanku ini hina ya bang? abang malu punya adek yang kerjanya cuman ngajar TPA?..aku baik-baik aja bang, penghasilanku cukup untuk memenuhi kebutuhan, bahkan aku bisa memberi ibu uang walau tidak banyak. alhamdulillah berkah”
” ya ya ya… tapi apa kamu gak kasihan sama ibu, hidup pas-pasan terus..kalo kamu kerja di jerman, kamu bisa belikan ibu mobil, rumah, dll..cobalah singkirkan jauh2 pikiran picikmu itu..”
Amira menatap tajam abangnya
“astagfirullah bang, jadi abang anggap aku ini picik? abang sendiri apa? abang udah lupa..abang yang ajarkan aku semua ini..abang yang berubah, aku tak mengerti jalan pikiran abang. asal abang tau, pernah gak aku minta atau pinjam uang sama abang? gak pernah kan? maaf aku gak bisa ikut abang. aku punya rencana hidup sendiri.” kata amira setengah menahan amarah
” rencana apa maksutmu? ngajar di TPA doank kok dibilang rencana bagus. kamu gak akan kaya dari situ. trus kamu dapat uang darimana? dari infaq anak-anak?”…kata abangnya sinis
kali ini aku harus bicara. harus kutumpahkan agar dia mengerti isi hatiku. sudah lama aku memendam ini, dan ini saat yang tepat untuk mengungkapkannya …
“bang, aku tau abang udah sukses, rumah abang dimana-mana, hidup abang berkecukupan. aku juga tau abang ingin membuatku seperti abang juga, tapi aku punya jalan sendiri bang. aku tidak bisa meninggalkan ini semua, di sinilah tempat aku, aku sudah menemukan jalan kemuliaan. sejak dulu yang aku harapkan dari abang cuman satu..aku ingin makan enak di restoran mewah sama abang. walau cuman sekali..cuman itu yang aku ingin bang. aku gak butuh uang banyak, harta melimpah, mobil, dll. aku bisa cari sendiri kalo aku mau. asal abang tau..ngajar TPA adalah sekedar kontribusi ke lingkungan. pekerjaanku yang utama adalah menulis buku, dari situlah aku bisa hidup. 3 hari lalu aku sudah dikontrak perusahaan penerbitan untuk menulis 20 judul buku. Alhamdulillah berkah mengajar TPA. Jadi sekarang siapa yang berpikiran picik? aku harap abang menegrti, kebahagiaan adalah kebebasanku bang. aku senang abang udah mau berangkat ke jerman, tapi sering-seringlah menelpon ibu, jaga diri baik-baik, selalu ikatkan diri dengan orang-orang shalih. maaf aku harus pergi sekarang.assalamualaykum wr wb”
amira sempat melihat tatapan abangnya, tidak berubah. dingin dan sinis. sama seperti sebelumnya. kini amira pulang dengan perasaan lega.hari itu amira telah menjadi mansia bebas seutuhnya. tanpa bayang-bayang abangnya. tanpa beban yang menggelayut di hatinya. kini damira bebas menjadi dirinya sendiri. semilir angin bertiup lembut menerpa tubuh amira … dia bagai seorang komandan perang yang menang dari pertempuran besar, berjalan pulang dengan kebanggaan..
Alhamdulillah, Terima kasih ya allah …. lirih Amira ..
Kadang apa yang kita anggap baik, belum tentu baik menurut orang lain..betul gak?
citayam 26 juli 2009, 12.20 … inspirasi di siang hari