obrolanku dengan seorang teman lama di chatting berlanjut di inbox
assalamualaykum ukhti,
melanjutkan obrolan di chatting, jadi awalnya aku ga sengaja terjun ke dunia pendidikan. dari keterterikanku sama dunia psikologi sejak SMP, dan selama sekolah dari SD-SMA tidak menemukan kebahagiaan bersekolah berujung pada kekecewaan yang besar pada institusi pendidikan.mulai dari sistem sampai SDM nya, lalu seiring berjalannya waktu aku mulai mengenal dan memahami ajaran islam yang dari kecil sampe dewasa baru kulakukan sebatas ibadah rutinitas saja. ketika aku mulai mengenal dakwah dan islam sebagai jalan hidup yang mudah dan menyelamatkan, mulailah aku berfikir untuk menggabungkan ketiga aspek pendidikan, dakwah, dan kebutuhan jiwa (psikologi).
klo kita mau lebih jeli melihat, saat ini pendidikan di sekolah semakin tidak karuan, membebani siswa dengan kurikulum yang membuat guru stres lalu berbuat seperti seorang diktator kejam. guru tak lagi jadi inspirasi, motivator, manager, fasilitator, apalagi tokoh panutan. Mau dibawa kemana anak2 kita setelah besar nanti, sanggupkah mereka hidup dibawah tekanan yang semakin menjadi-jadi.maka pilihlah sekolah sesuai dengan minat dan kemampuannya, tidak ada sekolah terbaik/terbagus, klo pun ada itu terbaik menurut orang tua. Yang ada hanyalah sekolah itu cocok ataupun tidak dengan modal alami anak yang dikenal dalam 9 kecerdasan berbeda (multiple intelegence).
berdasar dari hal-hal di ataslah lalu aku kemudian mengambil peran (entah sebagian atau seluruhnya) mengembalikan pendidikan kepada wujud aslinya. selama belajar di sekolah aku tak pernah merasa senang walau tak pernah ada hambatan belajar.Jadi aku memulai dengan metode belajar yang menyenangkan untuk melayani kebutuhan anak sesuai dengan bakat alaminya. Ciri-ciri belajar menyenangkan menurutku adalah
1. suasana tempat belajar enak, santai, sirkulasi udara bagus, bersih, dan tenang
2. ketika akan belajar dimulai dengan membaca doa belajar
3. anak harus siap belajar, jika si anak sedang mengalami masalah maka selesaikan dulu masalahnya atau menunda masalah dengan mengalihkan ke hal lain misal melipat origami,menggerakkan tangan (senam otak), main games, cerita (curhat), dll
4. untuk materi yang abstrak biasanya aku memakai praktikum kecil2an.
contoh : anak kelas 3 SD matematika sedang membahas soal cerita tentang mengenal uang, anak2 umur segitu belum bisa memahami sesuatu yg abstrak pada soal cerita “ibu membeli tas 25 ribu, jika ibu membayar 3 lembar puluhan ribu, berapa uang kembaliannya?” >> wekwew langsung deh pada pusing
>> solusinya : membuat pasar sederhana dengan mengumpulkan bungkus bekas seperti : mi, sabun, pasta gigi, dll. bisa juga menggunakan daftar gambar. lalu masing-masing siswa memutuskan mau jadi pedagang apa, setelah memilih barang yang akan dijual, siswa menentukan harga, agar memperoleh keuntungan harga tidak boleh mahal/terlalu murah, sebisa mungkin sesuai dengan yang dijual dipasaran. Uangnya pake uang-uangan dari kertas bekas yang salah satu sisinya masih bersih, nanti anak2 juga menulis sendiri angkanya sesuai instruksiku.mengapa aku ga pake uang monopoli? supaya anak2 bisa belajar kreatif memakai bahan bekas yang ada, itung-itung menghemat pengeluaran uang
. Masing-masing pedagang nanti membeli dagangan dari pedagang lain secara bergantian. Aku juga ngajarin bagaimana berdagang dan melayani pembeli dengan baik, lalu mereka juga harus menghitung kembalian sendiri.
dari model pembelajaran kaya gt kn menguntungkan kedua belah pihak :
a. guru hanya sebagai pemantau dan pengontrol untuk mencegah keributan
b. siswa merasa senang karena diberi kebebasan berpendapat (menentukan harga)
c. siswa senang belajar sambil bermain
d. siswa belajar mengambil keputusan dan bermain peran (memutuskan mau jadi pedagang apa)
e. siswa belajar menghitung kembalian (belajar jujur >>> masuk ranah dakwah), juga belajar hitungan matematika (klo salah itung kan rugi)
f. guru dapat menilai perspektif siswa tentang uang (mengira2 harga barang yang dijual) dan guru juga tau apakah sissa konsumtif atau tidak dari barang2 yang dia beli dari pedagang lain
g. pembelajaran bersifat real, sewaktu-waktu kepepet jadi pedagang, siswa udah tau apa yang harus dilakukan
5. metode mind mapping
anak yang tak suka pelajaran ips dan suka menggambar, kulatih dengan membuat mind mapping
6. sabar menghadapi anak
siswa akan senang dengan guru yang sabar, karena kemampuan siswa berlainan. karena suka sama gurunya jadi suasana belajar menyenangkan. apa yg terjadi? ketika suasana senang tercipta maka memori jangka panjang akan tersimpan dengan baik
7. cerdas cermat
8. mencongak
9. main teka-teki
10. menghafal rumus dengan singkatan2 lucu dan mudah diingat
11. setiap pertemuan harus melalukakn sesuatu yang berbeda atau mengulang metode kesukaan siswa
12. menyuruh siswa menulis di secarik kertas tentang kesan-kesan dan kesulitan selama belajar
13. selama belajar dilarang berbohong, harus jujur, klo ga bisa bilang ga bisa, klo belum jelas bilang belum jelas, karena aku bersedia mengulang sampe siswa bisa
14. mengijikan mereka jeda sebentar jika memang diperlukan lalu melanjutkan belajar kembali dengan kesepakatan bersama
15. menegur siswa jika ada yang kurang ajar/berkata-kata kotor dang memberi mereka hadiah untuk beristighfar 20x untuk tiap satu kata kotor
16. pelajaran akan dimulai jika semua siswa dapat duduk tenang, ga harus duduk rapi dengan tangan dilipat di meja ya hihi, yag penting rileks dan tenang, karena ini akan mempengaruhi daya serap saat aku menerangkan
17. dilarang berbicara diluar topik pelajaran yang dibahas, mengobrol santai ada waktu sendiri selepas belajar
18. menutup pelajaran dengan doa, dan harapan agar Allah senantiasa menjadikan kita orang2 yang cerdas dan dapat mengingat apapun dengan mudah. dan aku mengucapkan terima kasih karena hari itu mereka mau mengikuti peraturan yang ada, mau belajar tenang, dan minta maaf jika aku salah. Kalo suamiku memberi penghargaan dengan tepuk tangan bersama-sama setelah belajar.
selain itu terkadang aku juga mengajak siswa2ku membuat kreativitas, memasak, membuat kue, membuat coklat, pizza, cookies, jalan-jalan ke museum, camping (baru rencana), arisan (hehe), makan bersama,ngobrol setelah belajar, entah itu bertanya tentang keluarga, sekolah, atau teman-temannya ^^, biasanya mereka senang bila disuruh cerita tentang diri sendiri.
Nah jadi pekerjaanku semakin mudah dengan beragamnya metode
dan kreativitas, gimana? tertarik membuat privat sepertiku? ga perlu biaya frenchise hehe, yang penting sisakan sebagian untuk anak asuh, niatkan dakwah, sabar dan ikhlas. sayang kan klo ilmu dakwah dan kuliah kita terbengkalai?
ak tunggu responmu ukhti