Sebagai seorang manusia kita senantiasa melakukan kesalahan yang sengaja maupun yang tidak disengaja. Kadang kita tergoda untuk melakukan sesuatu demi memuaskan ego kita yang akhirnya berdampak pada bertambahnya dosa kita. Untuk menjadi pribadi yang bahagia dunia akhirat bukanlah hal yang mudah. Tapi hal itu bisa dilakukan dengan kesungguhan dan niat (azam) dalam diri yang kuat. salah satu dianataranya adalah Muqorobbah dan Muhasabbah. Keduanya dilakukan untuk mengurangi dosa-dosa kecil yang sudah kita lakukan.
Muqorobbah adalah usaha untuk selalu merasa diawasi oleh Allah SWT, sedangkan Muhasabbah adalah usaha seorang muslim untuk menghisab (menghitung) amal kebaikan dan dosanya sendiri.
Muqorobbah dan muhasabbah adalah usaha kita untuk menjadi dewasa dan matang di mata Allah. Karena keduanya mengacu pada kotrol Allah SWT yang berujung pada kontrol diri. Andaikan tubuh ini adalah kendaraan, maka keduanya merupakan sebagai rem otomatisnya. Gitu deh kira-kira.
Untuk mencapai pribadi dunia akhirat, ada tahapan-tahapan yang harus kita lakukan dalam rangka mengurangi dosa-dosa kecil, yaitu :
-
Muahadah : mengingat dan mengokohkan kembali perjanjian kita di alam ruh (lihat hadits Arbain ke-4 ada di bagian bawah ).
- Muroqobah : terus menerus merasa dilihat oleh Allah
- Muhasabah : menghitung seberapa banyak kebaikan dan dosa
- Muaqobah : iqob– menghukum diri sendiri supaya jera dan tidak melakukan dosa yang sama
- Mujahaddah : bersungguh-sungguh
- Mutabaah : tahap monitoring, mengontrol tahap-tahap di atas, diperlukan kejujuran diri sendiri
Hasil yang di dapat bila sudah melalui Muqorobah dan muhasabbah :
- Mengetahui kekuarangan, aib, dan kelemahan diri sendiri sehigga berupaya meminimalisasi bahkan menghilangkan dosa
- Istiqomah di atas syariat allah (dapat dilihat di surat Hud)
- Insyaallah kita akan dipermudah dari ebratnya hishab-an di Yaumul Akkhir. Amin
Saat yang tepat melakukan muqorobah dan muhasabah dalah sebelum tidur, sempatkan beberapa menit memutar rekaman semua kejadian di hari itu, lalu kita menghitung kebaikan dan dosa. Lalu jika telah melakukan kesalahan kepada seseorang seperti mendzalimi atau menyakiti hatinya maka segeralah minta maaf dan memohon ampun kepada Allah dan mendoakan orang tersebut dengan doa yang baik. Dapat pula dilakukan saat sholat malam. Dengan demikian dosa yang telah kita perbuat dapat terhapus sesegera mungkin, tidak sampai bertumpuk yang akhirnya menjadi segunung dosa besar. Allahu a’lam bishowab.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
HADITS KEEMPAT
عَنْ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَبْدِ اللهِ بنِ مَسْعُوْدٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : حَدَّثَنَا رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم وَهُوَ الصَّادِقُ الْمَصْدُوْقُ : إِنَّ أَحَدَكُمْ يُجْمَعُ خَلْقُهُ فِي بَطْنِ أُمِّهِ أَرْبَعِيْنَ يَوْماً نُطْفَةً، ثُمَّ يَكُوْنُ عَلَقَةً مِثْلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يَكُوْنُ مُضْغَةً مِثْلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يُرْسَلُ إِلَيْهِ الْمَلَكُ فَيَنْفُخُ فِيْهِ الرُّوْحَ، وَيُؤْمَرُ بِأَرْبَعِ كَلِمَاتٍ: بِكَتْبِ رِزْقِهِ وَأَجَلِهِ وَعَمَلِهِ وَشَقِيٌّ أَوْ سَعِيْدٌ. فَوَ اللهِ الَّذِي لاَ إِلَهَ غَيْرُهُ إِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ حَتَّى مَا يَكُوْنُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إِلاَّ ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ فَيَدْخُلُهَا، وَإِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ حَتَّى مَا يَكُوْنُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إِلاَّ ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ فَيَدْخُلُهَا
[رواه البخاري ومسلم]
Terjemah Hadits / ترجمة الحديث :
Dari Abu Abdurrahman Abdullah bin Mas’ud radiallahuanhu beliau berkata : Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam menyampaikan kepada kami dan beliau adalah orang yang benar dan dibenarkan : Sesungguhnya setiap kalian dikumpulkan penciptaannya di perut ibunya sebagai setetes mani selama empat puluh hari, kemudian berubah menjadi setetes darah selama empat puluh hari, kemudian menjadi segumpal daging selama empat puluh hari. Kemudian diutus kepadanya seorang malaikat lalu ditiupkan padanya ruh dan dia diperintahkan untuk menetapkan empat perkara : menetapkan rizkinya, ajalnya, amalnya dan kecelakaan atau kebahagiaannya. Demi Allah yang tidak ada Ilah selain-Nya, sesungguhnya di antara kalian ada yang melakukan perbuatan ahli surga hingga jarak antara dirinya dan surga tinggal sehasta akan tetapi telah ditetapkan baginya ketentuan, dia melakukan perbuatan ahli neraka maka masuklah dia ke dalam neraka. sesungguhnya di antara kalian ada yang melakukan perbuatan ahli neraka hingga jarak antara dirinya dan neraka tinggal sehasta akan tetapi telah ditetapkan baginya ketentuan, dia melakukan perbuatan ahli surga maka masuklah dia ke dalam surga.
(Riwayat Bukhori dan Muslim).
Pelajaran yang terdapat dalam hadits / الفوائد من الحديث :
- Allah ta’ala mengetahui tentang keadaan makhluknya sebelum mereka diciptakan dan apa yang akan mereka alami, termasuk masalah kebahagiaan dan kecelakaan.
- Tidak mungkin bagi manusia di dunia ini untuk memutuskan bahwa dirinya masuk surga atau neraka, akan tetapi amal perbutan merupakan sebab untuk memasuki keduanya.
- Amal perbuatan dinilai di akhirnya. Maka hendaklah manusia tidak terpedaya dengan kondisinya saat ini, justru harus selalu mohon kepada Allah agar diberi keteguhan dan akhir yang baik (husnul khotimah).
- Disunnahkan bersumpah untuk mendatangkan kemantapan sebuah perkara dalam jiwa.
- Tenang dalam masalah rizki dan qanaah (menerima) dengan mengambil sebab-sebab serta tidak terlalu mengejar-ngejarnya dan mencurahkan hatinya karenanya.
- Kehidupan ada di tangan Allah. Seseorang tidak akan mati kecuali dia telah menyempurnakan umurnya.
- Sebagian ulama dan orang bijak berkata bahwa dijadikannya pertumbuhan janin manusia dalam kandungan secara berangsur-angsur adalah sebagai rasa belas kasih terhadap ibu. Karena sesungguhnya Allah mampu menciptakannya sekaligus.
Sumber : HADITS ARBA’IN ONLINE

0 responses so far ↓
There are no comments yet...Kick things off by filling out the form below.